Geopark Batur

item-thumbnail
Geopark Gunung Batur
Geopark Gunung Batur

           
           Kaldera Batur-Bali merupakan salah satu kawasan yang diusulkan untuk tergabung dalam Global Geopark Network-UNESCO oleh Pemerintah Indonesia sejak tahun 2009 bersamaan dengan kawasan Kars Pacitan. Pada tahun 2011, melalui Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, kawasan ini untuk pertama kalinya sebagai salah satu Global Geopark Network UNESCO, namun penetapannya saat itu ditangguhkan karena masih terdapat beberapa kekurangan menurut hasil penilaian oleh Asesor melaui surat resmi Unesco dengan nomor :  SC/EES/GEO/GEOPARKS/GGN/2011/008893.

Pada awal tahun 2012, atas kerjasama yang baik antara Badan Geologi, Kementrian Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Pemerintah Kabupaten Bangli dalam melakukan perbaikan dan penyempurnaan berdasarkan rekomendasi UNESCO sebelumnya Indonesia mengusulkan kembali kawasan Kaldera Gunung Batur ke dalam Global Geopark Network UNESCO (GGN-UNESCO). Setelah melalui beberapa penilaian dan uji kelayakan akan kesiapan kawasan tersebut oleh tim dari GGN UNESCO, bersamaan dengan berlangsungnya pertemuan “thet11ÂȘEuropean Geoparks Network Conference” pada bulan September 2012 yang diselenggarakan di Geopark Arauca, Portugal akhirnya Kaldera Gunung Batur-Bali mendapatkan sertifikat secara resmi bergabung dalam Global Geopark Network (GGN) UNESCO. Dan dikukuhkan oleh Menteri ESDM dan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif. tanggal 17 Nopember 2012
Mengapa Kaldera Batur diusulkan menjadi  GEOPARK
·         Menurut Van Bemmelen (19490, Kaldera Batur merupakan salah satu Kaldera terindah di dunia, berukuran sekitar 13,8x10 km, dan struktur kaldera lainnya terbentuk di tengahnya dengan diameter 7,5 km. Puncak tertinggi Gunung Batur 1.717 m dpl, atau 686 m dpl, pada koordinat 8˚14’30” S dan 115˚22’30”E.
·         Erupsi Batur Purba menghasilkan endapan abu sangat tebal, memadat, disebut paras saat ini digali dijadikan bata padas untuk bahan bangunan pura, rumah dan patung.
·         Mempunyai keunikan biodiversity yang dikelola oleh Taman wisata Alam, umumnya tanaman hutan yang terdiri atas beberapa species. Fauna unik adalah monyet yang hidup disekitar kawah.
·         Hewan terkenal di dunia di area Geopark adalah anjing Kintamani, disebut Gembrong, bentuk mukanya mirip srigala, tapi tubuhnya mirip Chowchow  dari Cina.
·         Salah satu budaya yang sangat unik yaitu budaya penguburan mayat yang jasadnya ditaruh di bawah pohon Tarumenyan (mepasah)
Rencana Pengembangan CAG Kaldera Batur dan sekitarnya SK Ka BG No 37.K/ 73 /BGL/2012
a.    Keragaman Geologi Gunung Batur mencakup 2 Kabupaten yaitu : Kabupaten Bangli dan Gianyar
b.    Geosite yang diajukan ke UNESCO, terdiri atas 21 situs, dan untuk pengembangan telah diinvetarisasi sebanyak  63 situs di Kaldera Batur dan sekitarnya,
c.    Terdiri dari :
1.    Geosite            :  28
2.    Geoevidence  :  20
3.    Geofeature      :  15

Read more »

Geopark Kaldera Toba

item-thumbnail

Geopark Kaldera Toba
Danau Toba
Lokasi Geopark Danau Toba menjadi obyek wisata andalan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dipusatkan di Desa Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mulamula.
Danau Toba sebagai danau vulkanik terluas di Asia Tenggara itu adalah obyek yang menarik karena keindahan alamnya dilengkapi kekayaan adat budaya serta dianggap sebagai asal leluhur suku Batak.
Disebut sebagai Geopark Toba bukan karena suku Batak Toba atau ada Danau Toba, tetapi karena kekayaan dan potensi geologi di kawasan danau yang terletak di bagian tengah Provinsi Sumatera Utara itu meliputi tujuh kabupaten.
Terdapat 42 geosite untuk Geopark Toba yang dibagi dalam empat geo area, yakni:
1. Kaldera Haranggaol, 
2. Porsea, 
3. Kaldera Sibandang
4.  Geo Area Pulau Samosir.
Gabungan dari Geo Area itu disebut sebagai Geopark. Untuk Kabupaten Samosir dibangun sebanyak delapan panel (papan petunjuk) untuk delapan geosite.
Lokasi Geopark tersebut dikelola menjadi obyek wisata dengan tiga aspek pengelolaan meliputi konservasi, edukasi (pendidikan, riset ilmu geologi, biologi dan budaya secara luas) serta aspek pengembangan nilai ekonomi lokal melalui kegiatan pariwisata yang berkelanjutan.

Kaldera Toba
Peta Danau Toba
Danau Toba adalah danau kaldera terbesar di dunia yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, berjarak 176 km ke arah Barat Kota Medan. Danau Toba (2,88N - 98,5 2 E dan 2,35o N - 99,1o E) adalah danau terluas di Indonesia (90 x 30 km2) dan juga merupakan sebuah kaldera volkano-tektonik (kawah gunungapi raksasa) Kuarter terbesar di dunia. Kaldera ini terbentuk oleh proses amblasan (collapse) pasca erupsi supervolcanogunungapi Toba Purba, kemudian terisi oleh air hujan.

Danau Toba mempunyai ukuran panjang 87 km berarah Baratlaut-Tenggara dengan lebar 27 km dengan ketinggian 904 meter di atas permukaan laut (dpl) dan kedalaman danau yang terdalam 505 meter. Di tengah Danau Toba terdapat Pulau Samosir dengan ketinggian berkisar antara 900 hingga 1.600 meter dpl, yang terbentuk akibat pengangkatan dasar danau pasca erupsi kaldera yang terjadi pada 74.000 tahun yang lalu, sebagai akhir dari proses pencapaian kesetimbangan baru pasca-erupsi kaldera supervolcano.

Kawasan dinding Kaldera Toba  memiliki morfologi perbukitan bergelombang sampai terjal dan lembah-lembah membentuk morfologi dataran dengan batas caldera rim watershedDTA Danau Toba dengan luas daerah tangkapan air (catchment area) 3.658 km² dan luas permukaan danau 1.103 km². Daerah tangkapan air ini berbentuk perbukitan ( 43%), pegunungan (30 %) dengan puncak ketinggian 2.000 meter dpl (27%) sebagai tempat masyarakat beraktifitas. 

Sehubungan dengan keunikannya, Kaldera Toba diusulkan menjadi geopark dengan nama Geopark Kaldera Toba (GKT). Untuk merealisasikan keinginan tersebut, dibentuk Tim Percepatan Pengajuan Geopark Kaldera Toba menjadi anggota dalam Global Geopark Networking UNESCO, dengan menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 188.44/404/KPTS/2013 pada tanggal 26 Juni 2013.

Pada awalnya, tahun 2011 nama geopark diusulkan dengan nama Geopark Toba, namun dalam perkembangannya mengingat bahwa yang bernilai warisan dunia adalah peninggalan dari letusan super volcano Toba yang berdampak global berupa Danau Toba yang tiada lain adalah suatu Kaldera Kuarter terbesar di dunia, maka diusulkan nama geopark tersebut pada tahun 2013 dengan nama Geopark Kaldera Toba.

Geopark Kaldera Toba mengusung Tema Gunungapi (supervolcano) dengan keunikan sebagai kaldera Volkano-Tektonik  Kuarter terbesar di dunia. Kawasan ini mencakup bagian dari wilayah administrasi dari tujuh kabupaten yang mempunyai pantai di Danau Toba yang dibatasi oleh kaldera rim yaitu Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir,  Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Simalungun.

 
  
Geopark Kaldera Toba, Sumatera Utara, Indonesia: Dokumen Usulan Keanggotaan Jaringan Geopark Nasional Indonesia.
Read more »

Geopark Global Gunung Sewu

item-thumbnail
Geopark Gunung Sewu telah diusulkan menjadi Geopark Global UNESCO pada bulan September 2013 dan pada tanggal 19 September 2015 oleh UNESCO sudah diresmikan menjadi Geopark Global UNESCO dan menjadi anggota Global Geoparks Network UNESCO sebagai yang kedua dari Indonesia setelah Geopark Gunung Batur. Sebelumnya Indonesia mengusulkan 5 buah lokasi kawsan geopark nasional menjadi kawawan Geopark Unesco.

Secara administratif Geopark Gunung Sewu terletak di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Gunungkidul, kabupaten Pacitan dan kabupaten Wonogiri, memiliki luas wilayah 1.802 m². Geopark Gunung Sewu dibagi menjadi tiga GeoArea yaitu: Geo Area Gunung Kidul, Geo Area Pacitan dan Geo Area Wonogiri. Dalam ketiga Geo Area ini terdapat 3 situs non geologi dan 30 situs geologi.

Peta Lokasi
Lokasi Geopark Gunung Sewu


Secara geologi daerah Geopark Gunung Sewu merupakan yang berukuran luas mencapai 1.300 km² endapan batu gamping dengan panjang sekitar 85 km menjadikan kawasan ini menjadi morffologi karst yang teristimewa di Pulau Jawa. Kawasan ini mempunya bentuk conical hill sebanyak hampir 40.000 bukit karst.

Dalam kawasan karst ini terdapat banyak goa-goa dan salaha satu goa yang paling panjang adalah Luweng Jaran di Pacitan yang panjangnya mencapai 25 km dan gua yang terdalam adalah Luweing Ngepoh dengan dalamnya hingga 200 m.

https://alamendah.org
Goa Luweng Jaran salah satu goa di Gunung Sewu


Kawasan Gunung Sewu ini sudah diteliti dan hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini terbentuk sebagai hasil pengangkatan batukapur dari dasar laut pada 1,8 juta tahun lalu oleh proses geologi. Di kawasan ini juga berkembang pemukiman manusia sejak 180.000 tahun lalu yang terbukti dengan ditemukannya lokasi-lokasi jejak-jejak pemukiman pada bantaran sungai dan terdapat tempat penampungan di gua-gua gunung Sewu.

http://phinemo.com/
Kawasan Karst Gunung Sewu


Dengan kondisi yang terbentuk saat ini, lingkungan di sekitar Gunung Sewu menjadi tempat kehidupan yang khas, seperti serangga, ikan, dan krustasea goa. Selain itu di dalam goa yang menjadi tempat hidup kelelawar mempunya manfaat buat penduduk disekitar, karena kotoran kelelawar di dalam gua bisa dimanfaatkan sebagai pupuk oleh para petani. Dan dengan adanya goa-goa dengan aliran air di dalamnya membuat kawasan ini menjadi sumber air bagi penduduk di sekitarnya. sekaligus menghidupi wilayah sekitarnya.

Penilaian kelayakan Gunung Sewu sebagai Global Geoparks Network  setelah  memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu, seperti sinergi dalam pengelolaan goa. Setelah dinobatkan, kini hal yang terpenting adalah memastikan keberlanjutan pengelolaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.



Logo Baru Geopark Gunung Sewu
http://gunungsewugeopark.org/
Logo Baru Geopark Gunung Sewu



Logo baru Gunung Sewu UNESCO Global Geopark telah diperbarui dengan menggunakan latar Gunungan atau Goro-goro dalam pewayangan sebagai unsur latar belakang budaya dan seni. Pada logo ini dibuat dengan tiga garis di dalam garis utama yang memberi gambaran bahwa  Kawasan gunung Sewu adalah satu Gunungan Goro goro ini terdapat 3 Wilayah,3 Kabupaten dan 3 Provinsi yaitu Pawonsari (Pacitan,Wonogiri,Wonosari GK). Di bagian bawah gambar terdapat aksara jawa  dibaca “Memayu Hayuning Bawana” yang berarti Memperindah Keindahan Dunia. Dimaksudkan Gunungsewu UNESCO Geopark tidak hanya menjadi wisata namun juga menjadi warisan yang harus dijaga agar selalu indah. Gunungsewu UNESCO Geopark adalah warisan dunia yang senantiasa harus dijaga keindahan dan keasliannya


Sumber:
http://gunungsewugeopark.org/
http://phinemo.com/
https://alamendah.org
Read more »

Seminar Langkah Nyata Menuju Global Geopark Kaldera Toba

item-thumbnail
Acara Seminar

Tanggal 6 April 2016
Hari       Selasa
Tempat  : USU

Panitia: IA ITB Sumut


Read more »

Geopark

item-thumbnail

Geopark adalah suatu kawasan yang memiliki arti sebagai sebuah warisan alam (geologi), dan menjadi tempat implementasi strategi pengembangan ekonomi berkelanjutan yang dilakukan melalui struktur menejemen yang baik dan realistis. Dengan demikian geopark menjadi peluang bagi terciptanya lapangan pekerjaan untuk masyarakat setempat, yaitu dalam hal memperoleh keuntungan ekonomi secara nyata. Usaha penggalian, penumbuhan dan pengembangan nilai ekonomi tersebut biasanya dilakukan melalui industri pariwisata yang berkelanjutan. Geopark atau Taman Bumi adalah pola pengembangan kawasan secara berkelanjutan yang memadukan secara serasi tiga keragaman, yaitu Geologi (Geodiversity), Hayati (Biodiversity) dan Budaya (Cultural Diversity). Tujuan pengelolaaanya adalah membangun dan mengembangkan ekonomi masyarakat setempat dengan berasaskan perlindungan atas ketiga keragaman geologi, hayati, dan budaya yang terdapat dalam kawasan itu. 

Saat ini Indonesia memiliki lima lokasi Geopark Nasional.

Sasaran Global Geopark :
1. Konservasi lingkungan
2. Pendidikan ilmu kebumian secara luas
3. Penumbuhan dan pengembangan ekonomi  lokal secara berkelanjutan
Read more »

Geopark Merangin Menuju Jaringan Geopark Dunia

item-thumbnail

Di Geopark Merangin Jambi diyakini ada masih banyak fosil geologi yang terpendam di dalam tanah.



James L. Amos/CORBIS
Kekayaan geologis Geopark Merangin lebih tinggi dibandingkan geopark lainnya, seperti di China dan Amerika Serikat. Karena masuk di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang relatif masih terjaga.
Koordinator Divisi Geologi Tim Peneliti Geopark Merangin, Fauzi Hasibuan, dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, bahwa geopark yang diperkirakan berumur 300 juta tahun itu akan jadi ladang riset utama para geolog dunia dalam mempelajari evolusi Bumi.
Menurut Fauzi, cukup banyak peninggalan fosil kayu dan tumbuhan serta kerang-kerangan di Merangin tercetak membatu di batu endapan lava dan abu vulkanik gunung purba. Ia yakin, fosil-fosil di Merangin tersebar di sepanjang Sungai Batang Merangin dan Mengkarang, pun banyak terdapat di dalam tanah.
"Peneliti berikut bisa saja melakukan penggalian kalau memang membutuhkan informasi dan materi riset yang lebih lengkap. Di Geopark Merangin ini diyakini masih banyak fosil obyek geologi lain yang terpendam di dalam tanah," ungkapnya.
Read more »

Lima aset geopark Indonesia

item-thumbnail
Saat ini Indonesia memiliki lima lokasi geopark nasional selain geopark Gunung Batur yang sudah menjadi geopark Unesco, kelimanya adalah sebagai berikut:

1. Merangin 

Daya tarik geopark Merangin adalah fosil flora dan fauna yang berasal dari 290 juta tahun lalu berada di daerah Jambi (Bagian tengah Pulau Sumatera).

2. Kaldera Danau Toba


Geopark Kaldera Toba
Foto Danau Toba, Wego Photo Contest/ Martin Purba (@MartinPrb)

Danau Toba dikenal sebagai kaldera terbesar di dunia yang  terbentuk oleh proses geologi gunung api, dimana Danau ini terbentuk setelah terjadi  tiga kali letusan super volcano pada 800.000, 500.000, dan yang terakhir pada 70.000 tahun lalu. Saat terjadi letusan tersebut pengaruhnya hampir ke seluruh permukaan bumi akibat ledakannya yang sedemikian dahsyat. .

3. Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat

Foto Geopark Raja Ampat
Foto Raja Ampat
Tatu Compis
Kawasan raja Ambat adalah kawasan laut dengan terumbu karang dan pulau-pulau yang memiliki keindahan alam yang berada Pulau Papua tepatnya di kawasan Kepala Burung.

4. Gunung Sewu

Read more »

Indonesia Usulkan 5 Kawasan Geopark Nasional Masuk UNESCO

item-thumbnail
Badan Geologi Kementerian ESDM mulai melakukan sejumlah upaya pengumpulan informasi pendataan mengenai kawasan-kawasan Geopark untuk segera didaftarkan kepada lembaga pencatat warisan budaya dan geologi dunia yaitu UNESCO.
Walaupun saat ini sudah tercatat kawasan Gunung Rinjani menjadi mendapatkan pengakuan dari World Legacy Award dari Conservation International and Traveller pada tahun 2004, namun kini sejumlah kawasan yang tidak kalah hebatnya juga akan diajukan untuk masuk dalam listing World Travel & Tourism Council yang diusulkan kepada UNESCO dan masuk dalam jaringan Geopark dunia, termasuk , Gunung Batur Bali hingga Gunung Sewu di Pacitan, Jawa Timur.
Perekayasa Badan Geologi KESDM, Heryadi Rachmat menjelaskan sejumlah kawasan Geologi Indonesia memang patut di acungkan jempol karena memili keindahan alam yang luar biasa, bahkan kawasan Geologi Indonesia menyimpan berbagai macam penjelasan tentang meletuskan GUnung-gunung berapi, seperti Gunung Rinjani, Raja Empat Papua, Gunung batur, Gunung Sewu, Bukit Pawon, Ciletuh Jawa Barat, Merangi Jambi hingga Danau Toba.
Dari jumlah tersebut, bahkan 5 diantaranya telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional dan baru 1 yaitu Gunung Batur-Bali sebagai Geopark Inetrnasional. Maka dari itu diperlukan dukungan dari masyarakat dan Pemerintah, agar tujuh keajaiban dunia dari Geopark nasional menjadi warisan dunia yang berada di Indonesia.
“Untuk mencapai tujuan kita, agar ke tujuh geopark yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia tesebut, bisa masuk dalam jajaran geopark tingkat dunia, maka perlu dukungan dan dorongan yang kuat dari pemerintah baik pusat maupun daerah,” tutur Haryadi dalam keterangan pers nya pada Jumat sore, (13/12/2013) di Subang Jawa Barat.
Manfaat ditetapkannya gunung-gunung berapi ini menjadi kawasan Geopark adalah akan terjadi peningkatan perekonomian masyarakat disekitar dan berubah menjadi industri wisata, sehingga pendapatan usaha akan jauh meningkat dari sebelumnya. Bukan hanya itu saja, ekologi hingga kekayaan hayati flora dan fauna juga akan ikkut terjaga.
“Banyak manfaat yang sangat menguntungkan bagi Indonesia, selain kawasan itu menjadi cagar budaya, juga akan terjadi peningkatan penghasilan masyarakat sekitar dengan usaha industri pariwisata,” tuturnya kepada beritaheadline.com
Heryadi menjelaskan, sebenarnya konspe Geopark Internasional ini sangat sederhana yaitu melakukan manajerial pengembangan kawasan secara berkelanjutan yang memadu-serasikan tiga keragaman alam yaitu geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity yang berpilar pada aspek konservasi, edukasi, dan penumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, Geopark merupakan yang kawasan terdapat di suatu daerah, dan dicadangkan sebagai kawasan pengembangan juga berpilar pada aspek berkelanjutan. Kawasan itu mungkin saja saling terpisah, yang meskipun membentuk bagian-bagian tersendiri sesuai keperluan namun tetap merupakĂĄn kawasan pembangunan yang dinilai secara utuh.
Di dalam kawasan pembangunan berkelanjutan ini terdapat pada kawasan konservasi sumberdaya alam seperti Taman Nasional, Situs Warisan Dunia, Hutan Lindung dan sebagainya. Segmen-segmen kawasan ini merupakan daerah lindung atau kawasan yang dilindung.
Menilik beberapa kisah perkembangan program Geopark Internasional adalah saat dibentuk pada tahun 1999, dan selanjutnya pada tahun 2000 maka terbentuk EGN, lalu dari situ maka pada tahun 2004 terbentuklah GGN-UNESCO dan tahun 2007 terbentuk APGN lalu pada bulan September 2013, Jumlah anggota GGN 100 unit, dan tersebar di 31 negara.
Dengan kondisi tersebut, maka Indonesia pun mengembangkan tujuh geopark yang dinilai layak mendapat gelar Geopark Internasional yaitu Raja Ampat, Gunung Rinjani, Gunung Batur, Gunung Sewu Jawa Barat, lalu ada pula di kawasan Merangin Jambi hingga di Danau Toba.
Selain kawasan konservasi sumberdaya alam juga dimungkinkan terdapat kawasan konservasi warisan geologi yang telah memperoleh penetapan secara sah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Misalnya situs geologi, monumen geologi dan bentuk-bentuk lindungan geologi lainnya.
Di dalam kawasan yang relatif luas telah terdapat daerah pengembangan atau budidaya seperti pemukiman (kota, desa, kampung) yang menyebar di setiap bagian kawasan. Daerah budidaya lainnya misal pertanian, kehutanan, industri dan sebagainya.
Seluruh kawasan, baik yang ruangnya berfungsi lindung maupun budidaya, selanjutnya dideliniasi sebagai kawasan geopark. Sebagai sebuah konsep pengelolaan, geopark ini dimaknai sebagai salah satu instrumen untuk menyelenggarakan kegiatan pembangunan dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan.
Peta Geo Park Indonesia
Peta Geo Park Indonesia
Inilah daftar Calon-calon Geopark Internasional yang akan di ajukan kepada UNESCO:
1. Geodiversity Danau Toba, Sumatera Utara dengan fenomena Gunungapi yang pernah meletus hebat berskala dunia.
2. Geodiversity Ciletuh – Jawa Barat
3. Geodiversity Kars Gunung Sewu Geodiversity Gunung Batur yang telah menjadi anggota GGN.
4. Geodiversity Kabupaten Merangin yaitu Gunung Rinjani, NTB yang mengandalkan Fosil Flora Jambi (Merangin)
5. Geodiversity Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat
6. Geodiversity Blora – Jawa Tengah
7. Geodiversity Lebak-Provinsi Banten:
Selain sejumlah negara di Asia, Eropa dan lainnya ternyata tetangga Indonesia yaitu Malaysia memiliki Pulau Langkawi dan resmi menjadi Geopark pertama di Asia Tenggara dibawah jaringan UNESCO, selain itu negara terbanyak Geopark yaitu China yakni 22 Geopark, Sementara Indonesia yang memiliki banyak keunikan fenomena geologis dan kekayaan budaya yang bernilai tinggi baru memili satu Geopark yakni Gunung Batur di Bali.
Sebenarnya Indonesia sudah melakukan pemikiran untuk memasukkanya kepada kawasan konservasi dan geowisata di Indonesia, hal tersebut ditunjukkan dengan adanya usulan dari Dinas Pertambangan Jawa Tengah untuk menjadikan kawasan konservasi dan pendidikan geologi Karangsambung sebagai kawasan Taman Bumi atau Geopark. Namun tentu Geopark yang dimaksud disini lebih didasarkan kepada konsep pengembangan kawasan tersebut sebagai tujuan wisata geologi dan pendidikan publik.
Sementara dalam konteks penetapan suatu wilayah yang memiliki warisan geologi sebagai kawasan konservasi, sejumlah Perda juga telah diterbitkan oleh Pemda terkait, seperti Perda Provinsi Jawa Barat No. 2 tahun 2002 tentang Perlindungan Lingkungan Geologi untuk Kawasan Bukit Pawon di Kabupaten Bandung dan Ciletuh di Kabupaten Sukabumi.
Read more »

Indonesia Saat Ini Miliki Lima Taman Bumi

item-thumbnail

Geopark (taman bumi) adalah konsep manajemen pengembangan kawasan wisata secara berkelanjutan yang memadukan tiga keragaman alam.

rinjani,danau segara anak,gunung agungSambil menahan pegangan Dwi Warna, seorang pendaki memandang jauh ke depan. Latar depan Danau Segara Anak, sementara Gunung Agung terlihat tinggi menjulang di latar belakang. (Yunaidi Joepoet)
Geopark (taman bumi) adalah konsep manajemen pengembangan kawasan wisata secara berkelanjutan yang memadukan tiga keragaman alam, yaitu geologi dan geomorfologi (Geodiversity), keragaman geologi nilai ilmiah (Geoheritage), serta konservasi Geodiversity (Geoconservation).

Indonesia saat ini memiliki lima kawasan yang telah dinyatakan sebagai taman bumi nasional oleh Badan Geologi Kementerian Enegeri Sumber Daya Mineral dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Kelima kawasan tersebut adalah Gunung Sewu (meliputi tiga provinsi, yaitu Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur); Merangin (Jambi); Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat); Danau Toba (Sumatera Utara); dan Gunung Batur (Bali).

Khusus untuk Gunung Batur telah dinyatakan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuna, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO)  pada tahun 2012 sebagai salah satu Geopark Dunia berlevel internasional.

"Dari 33 kawasan yang diusulkan menjadi Geopark, yang lulus baru empat, dan diresmikan 7 September 2013 lalu," kata Pejabat Fungsional Perekayasa Utama Badan Geologi, Heryadi Rachmat, di Hotel Sari Ater, Subang, Jawa Barat, Jumat (13/12/2013).

Sebelum meresmikan empat kawasan tersebut, Tim Koordinasi dan Pengembangan Geopark Badan Geologi sebenarnya menunjuk 7 kawasan yang memiliki potensi untuk dinobatkan menjadi Geopark Nasional. Selain lima kawasan yang telah ditetapkan, masih ada Raja Ampat (Papua Barat) dan Ciletuh (Jawa Barat).

Lebih lanjut Heryadi menjelaskan, pada saat Gunung Batur diresmikan menjadi Geopark International di tahun 2012, Gunung Rinjani dan Gunung Sewu sebenarnya juga diusung oleh Badan Geologi ke lembaga Geopark Global Network-UNESCO sebagai calon Geopark Dunia. Namun karena beberapa faktor yang berkaitan dengan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, Gunung Sewu dan Gunung Rinjani tereliminasi. Padahal, dibandingkan dengan Gunung Rinjani dan Gunung Sewu, panorama serta keragaman geologi di Gunung Batur dapat dikatakan tidak seistimewa di kedua kawasan tersebut.

"Rinjani tidak terpilih karena tidak ada dorongan dari pemdanya. Harusnya ada dorongan dari bottom up, bukan dari pemerintah pusat. Padahal, Rinjani itu sudah pernah menerima tiga penghargaan dunia," tuturnya.

Dijelaskan Heryadi, lima Geopark yang ada di Indonesia saat ini memiliki keunggulan yang berbeda. Gunung Rinjani dengan aktivitas vulkanik, Gunung Sewu dengan bentukan karst, Gunung Batur dengan wisatanya, dan Danau Toba dengan sejarah letusan megavolkano.

"Merangin itu terkenal dengan fosil-fosil tumbuhan yang banyak terdapat di dalam bebatuan," ungkapnya.

Sumber: http://nationalgeographic.co.id
Read more »

Geopark Danau Toba terletak di Sianjur Mulamula

item-thumbnail
Geopark Danau Toba terletak di Sianjur Mulamula
Peta Kaldera Toba

PANGURURAN – Lokasi Geopark (taman bumi) Danau Toba yang akan dikelola menjadi objek wisata andalan di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, dipusatkan di Desa Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mulamula.

“Lokasi taman bumi yang akan dijadikan sebagai ikon pariwisata Samosir itu telah diteliti oleh sejumlah ahli geologi, dan akan menjadi unggulan daerah tujuan wisata minat khusus yakni perpaduan potensi alam dan kekayaan budaya,” kata Bupati Samosir, Mangindar Simbolon di Pangururan, hari ini.

Dikatakan, potensi etalase Danau Toba sebagai danau vulkanik terluas di Asia Tenggara itu akan menjadi objek yang menarik, karena keindahan alamnya dilengkapi kekayaan adat budaya serta dianggap sebagai asal leluhur suku Batak.

Disebut sebagai Geopark Toba, kata dia, bukan karena suku Batak Toba atau ada Danau Toba, tetapi karena kekayaan dan potensi geologi di kawasan danau yang terletak di bagian tengah Provinsi Sumatera Utara itu meliputi tujuh Kabupaten.

Menurut Mangindar, terdapat 42 geosite untuk Geopark Toba, yang dibagi dalam empat geo area, yakni, Kaldera Haranggaol, Porsea, Kaldera Sibandang dan Geo Area Pulau Samosir dan gabungan dari Geo Area itu disebut sebagai Geopark.

“Untuk Kabupaten Samosir, akan dibangun sebanyak delapan panel (papan petunjuk) untuk delapan geosite,” ujarnya.

Lokasi Geopark tersebut, lanjutnya, akan dikelola menjadi objek wisata dengan tiga aspek pengelolaan meliputi konservasi, edukasi (pendidikan, riset ilmu geologi, biologi dan budaya secara luas) serta aspek pengembangan nilai ekonomi lokal melalui kegiatan pariwisata yang berkelanjutan.



Ia mengatakan, untuk mewujudkan visi Samosir menjadi kabupaten pariwisata, Mangindar mengajak generasi muda di daerah itu untuk mendukung dan membantu pemerintah dalam mengelola lingkungan secara baik.

“Dengan mencintai lingkungan, berarti mencintai air, tanah dan yang segala yang terkandung di dalam,” ujarnya.

Pemkab Samosir sebelumnya telah melaksanakan sosialisasi rasa cinta tanah air dan bangsa di aula Balai Latihan Kerja (BLK) Parbaba, Kamis (13/12) yang dihadiri anggota karang taruna dari lima kecamatan, yakni Pangururan, Harian, Sianjur Mulamula, Simanindo dan Kecamatan Ronggur Nihuta.

Melalui pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan rasa nasionalisme atau cinta Tanah Air dan bangsa di kalangan generasi muda dapat ditingkatkan.

“Sebagai warga negara, wajib hukumnya untuk mencintai Tanah Air dan bangsa, sebab proses pembentukan negara Indonesia penuh perjuangan para pahlawan, bahkan sampai mengorban jiwa dan raga,” kata Mangindar.

Sumber Waspada Online
Read more »
Older Posts
Home